Implementasi Sistem Pakar Pada Penyakit Kulit Menggunakan Metode Certainty Factor
DOI:
https://doi.org/10.33998/jakakom.2026.6.1.2607Kata Kunci:
Sistem Pakar; Diagnosis; Kulit; Penyakit Kulit; Certainty FactorAbstrak
Penyakit kulit pada manusia merupakan gangguan yang menyerang lapisan terluar tubuh, yang ditandai dengan gejala seperti rasa gatal, kemerahan hingga infeksi pada kulit. Kondisi ini dapat disebabkan oleh paparan sinar matahari, infeksi virus, lemahnya sistem imun, serta keberadaan jamur, bakteri, atau parasit. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pakar yang dapat mendiagnosis penyakit kulit berdasarkan gejala yang dialami pasien dengan menggunakan metode Certainty Factor (CF). Metode Certainty Factor sendiri adalah suatu metode yang digunakan untuk mengukur tingkat ketidakpastian dalam sistem berbasis pengetahuan, yang memungkinkan sistem untuk memberikan diagnosis yang lebih akurat. Pengujian sistem dilakukan menggunakan 100 data uji yang mencakup berbagai jenis penyakit kulit antara lain morbus hansen (kusta), herpes zoster (cacar api), contact dermatitis (alergi), tinea (panu), tinea corporis (penyakit jamur), scabies (kutu badan), psoriasis vulgaris. Setiap diagnosis disertai nilai CF yang menunjukkan tingkat keyakinan dari masing-masing gejala. Dengan ambang batas nilai threshold ≥ 80%, sistem ini memiliki tingkat akurasi lebih dari nilai threshold, sehingga hasil pengujian sistem menunjukkan tingkat akurasi sebesar 100%. Sementara itu rata-rata tingkat keyakinan dari 7 jenis penyakit sebesar 95.73%. Dengan akurasi dan tingkat keyakinan yang optimal, sistem pakar ini diharapkan dapat digunakan sebagai alat bantu deteksi dini penyakit kulit, memberikan diagnosis awal yang andal, serta menunjang keputusan dalam tindakan pengobatan.
Unduhan
Referensi
I. Santi dan A. Septiawan, “METODE FORWARD CHAINING PADA SISTEM PAKAR DALAM MENDIAGNOSIS PENYAKIT KULIT,” Jurnal Antivirus, vol. 12, no. 1, hlm. 1–12, Mei 2018.
A. Rosana, G. Wijaya, dan F. Bimantoro, “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kulit pada Manusia dengan Metode Dempster Shafer,” J-COSINE, vol. 4, no. 2, hlm. 120–130, Des 2020.
D. E. Yanti dan A. Desiani, “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kulit Manusia Menggunakan Metode Certainty Factor,” vol. 10, hlm. 214–227, 2023.
R. Oktafiani dan A. Witanti, “SISTEM PAKAR DETEKSI AWAL STUNTING PADA BALITA MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR,” Technologia, vol. 15, no. 1, hlm. 130–141, Jan 2024.
G. Tarimakase, A. Gunaryati, dan S. Ningsih, “SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT KULIT BALITA MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR DAN FORWARD CHAINING,” Sistem Informasi, Universitas Nasional, vol. 8, hlm. 120–128, Jan 2023.
R. Rismanto, Y. Yunhasnawa, dan M. Mauliwidya, “PENGEMBANGAN SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT KULIT PADA MANUSIA MENGGUNAKAN METODE NAIVE BAYES,” JIFTI, vol. 1, no. 1, hlm. 18–24, Sep 2019, doi: 10.33005/jifti.v1i1.8.
I. G. Wijaya dan F. Bimantoro, “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kulit pada Manusia dengan Metode Dempster Shafer,” Program Studi Teknik Informatika, Universitas Mataram, vol. 4, hlm. 129–138, Des 2020.
N. Rahmi dan G. Nurcahyo, “Sistem Pakar dalam Membandingkan Metode Forward Chaining dengan Certainty Factor untuk Mengidentifikasi Jenis Kulit Wajah,” Universitas Putra Indoensia YPTK Padang, vol. 3, hlm. 257–262, 2021.
A. Asdar, R. Saputra, dan I. Ningrum, “Sistem Pakar Penyakit Kulit Pada Manusia Menggunakan Metode Case Base Reasoning (CBR) Dengan Algoritma Sorensen Coefficient,” JUMANJI, vol. 6, no. 1, hlm. 48–62, Mei 2022.
I. Romli, Romansyah, dan A. Permana, “Implementasi Sistem Pakar menggunakan Metode Certainty factor Untuk Mendiagnosa Penyakit Herpes Zoster,” Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi), vol. 4, no. 2, hlm. 111–117, Nov 2020.
F. Duhan, S. Mola, dan A. Mauko, “Implementasi Sistem Pakar Pada Penyakit Sapi Menggunakan Metode Certainty Factor,” hlm. 1–10.


